Pelita NEWS, MK Online Com, Barito Selatan, Kalimantan Tengah – Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Tengah terus memperkuat pelayanan keimigrasian yang dekat dengan masyarakat melalui peresmian Desa Binaan Imigrasi, pelaksanaan Layanan Eazy Paspor, serta sosialisasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), yang digelar di Aula Polres Barito Selatan, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Tengah, Kapolres Barito Selatan, Wakil Bupati Barito Selatan, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Palangka Raya, para Kepala Desa Binaan Imigrasi, jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi Kalimantan Tengah, serta masyarakat Kabupaten Barito Selatan.
Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan laporan Ketua Panitia oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Palangka Raya. Selanjutnya, para tamu undangan mendapatkan sambutan dari Kapolres Barito Selatan dan Wakil Bupati Barito Selatan yang menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan wilayah serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dari berbagai bentuk kejahatan transnasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Tengah, Mas Arie Yuliansa Dwi Putra, secara resmi meresmikan Desa Binaan Imigrasi sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi dan pengawasan keimigrasian hingga ke tingkat desa. Program ini diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi keimigrasian yang benar kepada masyarakat sekaligus mencegah terjadinya pelanggaran keimigrasian maupun tindak pidana perdagangan orang.
Selain peresmian Desa Binaan Imigrasi, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi mengenai TPPO dan TPPM yang disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Kalimantan Tengah bersama Kapolres Barito Selatan. Materi sosialisasi menyoroti berbagai modus yang sering digunakan oleh pelaku perdagangan orang dan penyelundupan manusia serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kolaborasi yang telah terjalin, dilakukan penyerahan plakat kepada Kapolres Barito Selatan dan Wakil Bupati Barito Selatan. Selain itu, piagam peresmian juga diserahkan secara simbolis kepada desa-desa yang ditetapkan sebagai Desa Binaan Imigrasi.
Usai pelaksanaan acara seremonial dan foto bersama, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Kalimantan Tengah bersama Kapolres dan Wakil Bupati Barito Selatan melakukan monitoring langsung terhadap pelaksanaan Layanan Eazy Paspor serta berdialog dengan masyarakat. Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan apresiasi atas kemudahan layanan yang diberikan dan berharap program Eazy Paspor dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan guna mempermudah pengurusan dokumen perjalanan tanpa harus menempuh jarak yang jauh.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil dari koordinasi, sinergi, dan kolaborasi yang baik antara Kanwil Ditjen Imigrasi Kalimantan Tengah, Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Selatan, serta Kepolisian Resor Barito Selatan.
“Melalui program Desa Binaan Imigrasi dan layanan yang hadir langsung di tengah masyarakat, kami ingin memastikan bahwa pelayanan keimigrasian semakin mudah diakses, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya TPPO dan TPPM. Kolaborasi yang kuat antarinstansi menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola keimigrasian yang responsif, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat yang hadir, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas sekaligus memperkuat perlindungan warga negara melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif hingga ke tingkat desa.
[Benn/Wira ]










