Pelita NEWS, MK Online Com-Memasuki hari kesembilan atau pekan kedua, konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah masih menunjukkan eskalasi tanpa tanda-tanda mereda. Presiden AS Donald Trump bahkan kembali mengancam akan meningkatkan serangan, termasuk membuka kemungkinan operasi darat jika diperlukan.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa serangan udara yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran sejauh ini belum sepenuhnya mencapai target yang diinginkan.
Tanpa Henti Berbeda dengan sejumlah operasi militer lain yang banyak mengandalkan serangan udara, operasi terhadap Iran masih menghadapi berbagai kendala.
Di sisi lain, tujuan militernya juga tampak berubah-ubah, mulai dari menghancurkan program nuklir Iran, melumpuhkan kemampuan rudal negara tersebut, hingga mengganti pemerintahan yang berkuasa di Teheran.
Trump pada Sabtu (7/3/2026) bahkan mengisyaratkan bahwa konflik dengan Iran bisa berakhir jika negara itu tidak lagi memiliki kekuatan militer yang berfungsi atau kepemimpinan yang masih berkuasa.
TNI Siaga 1 Imbas Perang Iran Vs AS-Israel, Panglima Rilis 7 Perintah Pertunjukan Berkelas ”Pasukan Kedua” Manchester City Artikel Kompas.id Di sisi lain, tujuan militernya juga tampak berubah-ubah, mulai dari menghancurkan program nuklir Iran, melumpuhkan kemampuan rudal negara tersebut, hingga mengganti pemerintahan yang berkuasa di Teheran. Trump pada Sabtu (7/3/2026) bahkan mengisyaratkan bahwa konflik dengan Iran bisa berakhir jika negara itu tidak lagi memiliki kekuatan militer yang berfungsi atau kepemimpinan yang masih berkuasa. “Pada titik tertentu, mungkin tidak akan ada lagi orang yang tersisa untuk mengatakan ‘kami menyerah’,” kata Trump, dikutip dari Reuters.
Iran tantang AS jika invasi darat terjadi Araghchi menyatakan negaranya siap menghadapi kemungkinan invasi darat dari pasukan AS di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat.
Dalam wawancara video dengan NBC News dari Teheran pada Kamis (5/3/2026), Araghchi menegaskan Iran tidak berniat melakukan negosiasi dengan Washington dan tidak pernah meminta gencatan senjata.
Wawancara tersebut disampaikan kepada pembawa acara Tom Llamas saat serangan udara AS dan Israel masih berlangsung di berbagai wilayah Iran.
TNI Siaga 1 Imbas Perang Iran Vs AS-Israel, Panglima Rilis 7 Perintah Pertunjukan Berkelas ”Pasukan Kedua” Manchester City Artikel Kompas.id Di sisi lain, tujuan militernya juga tampak berubah-ubah, mulai dari menghancurkan program nuklir Iran, melumpuhkan kemampuan rudal negara tersebut, hingga mengganti pemerintahan yang berkuasa di Teheran. Trump pada Sabtu (7/3/2026) bahkan mengisyaratkan bahwa konflik dengan Iran bisa berakhir jika negara itu tidak lagi memiliki kekuatan militer yang berfungsi atau kepemimpinan yang masih berkuasa. “Pada titik tertentu, mungkin tidak akan ada lagi orang yang tersisa untuk mengatakan ‘kami menyerah’,” kata Trump, dikutip dari Reuters.
Araghchi menyatakan negaranya siap menghadapi kemungkinan invasi darat dari pasukan AS di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat.
Araghchi menegaskan Iran tidak berniat melakukan negosiasi dengan Washington dan tidak pernah meminta gencatan senjata.
Wawancara tersebut disampaikan kepada pembawa acara Tom Llamas saat serangan udara AS dan Israel masih berlangsung di berbagai wilayah Iran. Ketika ditanya mengenai kemungkinan invasi darat AS, Araghchi menunjukkan sikap menantang. “Kami bahkan menunggu mereka. Kami yakin dapat menghadapi mereka, dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka,” ujarnya.
Araghchi juga mengatakan Iran tidak pernah meminta gencatan senjata meskipun negaranya terus diserang. Ia bahkan mengklaim bahwa dalam konflik sebelumnya, justru Israel yang meminta gencatan senjata setelah menghadapi perlawanan dari Iran.
Berikut sejumlah perkembangan utama dalam konflik tersebut:
- Serangan militer dan korban jiwa meningkat Komando Pusat militer AS menyatakan telah menyerang lebih dari 3.000 target di Iran sejak 28 Februari dan menghancurkan 43 kapal perang Iran.Korban tewas di Iran dilaporkan mencapai sedikitnya 1.332 orang.
- AS menuntut penyerahan tanpa syarat Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Iran harus menyerah tanpa syarat. Ia menyatakan tidak akan ada kesepakatan apa pun jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.
- Ancaman di Selat Hormuz Militer Iran memastikan Selat Hormuz masih terbuka untuk pelayaran. Namun, mereka memperingatkan akan menargetkan kapal Amerika Serikat atau Israel yang mencoba melintas di jalur tersebut.
- Eropa diperingatkan bisa menjadi target Wakil Menteri Luar Negeri Iran memperingatkan negara-negara Eropa bahwa mereka dapat menjadi “target sah” serangan balasan Iran jika bergabung dengan AS dan Israel dalam konflik ini.
- Dukungan Rusia kepada Iran Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa dan membahas perkembangan situasi.
Pejabat AS juga menyebut Rusia memberikan informasi intelijen kepada Iran mengenai posisi militer AS. 6. Dampak pada perdagangan energi Kremlin menyatakan konflik ini memicu peningkatan signifikan permintaan terhadap produk energi Rusia. Pernyataan tersebut muncul sehari setelah AS memberikan pengecualian selama 30 hari kepada India terkait kebijakan energi.
(BENN)









