Beranda / Sosial / Kisah Ryamizard Ryacudu Bersama Marinir Bebaskan Tawanan di Kamboja

Kisah Ryamizard Ryacudu Bersama Marinir Bebaskan Tawanan di Kamboja

Jakarta, Pelita NEWS, MK Online Com– Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu ternyata memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan Korps Marinir. Jauh sebelum menjabat sebagai menteri pertahanan (Menhan) periode 2014-2019, mantan kepala staf angkatan darat (KSAD) ini mengukir sejarah kedekatan tersebut saat sama-sama bertugas di daerah operasi.

Hubungan dekat itu bermula ketika Ryamizard mendapat mandat memimpin misi perdamaian ke Kamboja. Bertindak sebagai komandan pasukan, ia mengomandani operasi penting dengan misi utama membebaskan sejumlah tawanan yang disandera di tengah konflik. Dalam menjalankan tugas berat tersebut, Ryamizard didampingi oleh pasukan dari Korps Marinir.

Kerja sama taktis di lapangan antara Ryamizard dan prajurit baret ungu berjalan sangat solid hingga operasi pembebasan sandera sukses total. Pengalaman bertaruh nyawa di Kamboja ini membekas mendalam bagi Ryamizard. Saking kagumnya, ia bahkan menyebut di dunia ini hanya ada tiga negara yang punya pasukan Marinir kuat, dan salah satunya adalah Indonesia.

Gara-gara sejarah manis di Kamboja itu pula, Korps Marinir kemudian menganugerahi Ryamizard penghargaan tertinggi. Bertempat di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta pada Senin, 9 Desember 2014, ia resmi dikukuhkan sebagai warga kehormatan Korps Marinir ke-34. Komandan Korps Marinir (Dankormar) saat itu, Mayjen TNI (Mar) A. Faridz Washington, langsung memasangkan baret ungu kebanggaan Marinir, lengkap dengan sematan brevet kehormatan Trimedia dan brevet antiteror aspek laut ke dada Ryamizard.

Kisah heroisme lawas tersebut kini menjadi warisan berharga seiring berpulangnya sang jenderal. Ryamizard meninggal dunia pada usia 76 tahun saat menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (31/5) sore pukul 14.03 WIB.

Sejumlah tokoh nasional, termasuk Presiden Prabowo Subianto, datang melayat langsung ke kantor Kemhan tempat jenazah disemayamkan. Melalui upacara militer penuh khidmat yang dipimpin oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai inspektur upacara, jasad sang jenderal kini telah beristirahat dengan tenang di TMP Kalibata, Senin (1/6).

(BENN)