Bandung Barat, 05 Juni 2026, Pelita NEWS, MK Online Com
Baru saja Rupiah terperosok ke dasar jurang terendah sepanjang sejarah dengan nilai tukar Rp. 18.142,./ US $
Harga harga kebutuhan pokok ikut melejit membuat rakyat menjerit.
Dicki Gustaman Hadianto Ketua PUK SPA RTMM-SPSI PT.Ultrajaya menyayangkan dengan anjloknya rupiah terhadap dolar Amerika. Jelas ini akan memicu krisis ekonomi karena rendahnya daya beli masyarakat akibat dampak harga harga kebutuhan pokok tinggi sedangkan pendapatan masih sangat rendah karena kenaikan awal tahun kemarin Kenaikan UMK yang sangat rendah dan tidak sesuai dengan nilai kebutuhan hidup layak saat ini.

Kami merasakan langsung betapa sulitnya mengatur keuangan disaat nilai rupiah yang begitu jomplang terhadap dolar ini jelas berdampak terhadap kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Selain meningkatnya biaya hidup ditambah lagi saat ini berbarengan dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di tahun 2026 tentu ini sangat dilema khusus nya bagi kaum buruh. Pada Mayday kemarin kami berharap Presiden Republik Indonesia Berpihak kepada kami kaum buruh, tetapi itu ternyata hanya mimpi di siang bolong bagi kami sebagai buruh.
Kami berharap Presiden Republik Indonesia Bersikap Kesatria, Atas kegagalannya dalam mengelola ekonomi sebuah bangsa yang besar dan negeri yang melimpah akan sumber daya alam nya.
Kalau tidak bersedia mundur dari jabatannya minimal lakukan konferensi pers ke publik untuk menyampaikan alasan dan permohonan ma’af atas kejadian yang sangat luar biasa ini.
Kami menunggu sikap kesatria beliau bukan sikap pengecut yang selalu menyampaikan ini baik-baik saja, Selama ini kan beliau terkesan gagah, pemberani memiliki jiwa kesatria. Buktikan kesan tersebut sa’at ini adalah moment yang tepat. Ujarnya
Kami rasa bukan hanya kaum buruh saja melainkan seluruh masyarakat bawah yang merasakan dampak dari lemahnya rupiah terhadap dolar.
Gemuknya Kabinet di era kepemimpinan Prabowo-Gibran (Kabinet merah putih) tidak lantas menjamin akan membawa kejayaan bangsa dan negara menuju Indonesia emas, justtru malah terbalik menjadi bangsa yang cemas dan negara yang lemas dihadapan dolar. Menurut kami pemerintah tidak usah tersinggung karena ini adalah fakta dan realita yang kami rasakan.









