Beranda / Sosial / PERIKSA 264 DOKUMEN KEIMIGRASIAN, IMIGRASI SOETTA RAIH PENGHARGAAN PENGELOLAAN LABFOR UNTUK PRO JUSTITIA

PERIKSA 264 DOKUMEN KEIMIGRASIAN, IMIGRASI SOETTA RAIH PENGHARGAAN PENGELOLAAN LABFOR UNTUK PRO JUSTITIA

Pelita NEWS, MK Online Com, Tangerang, 24 September 2026 — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI SoekarnoHatta kembali mencatatkan capaian dalam pelaksanaan tugas Intelijen Keimigrasian dengan meraih penghargaan dari Direktur Jenderal Imigrasi sebagai Satuan Kerja dengan Laporan Pemeriksaan Dokumen Forensik Terbanyak Peringkat Pertama untuk proses Pro Justitia periode Oktober 2025 hingga Agustus 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Intelijen Keimigrasian, Agus Waluyo, kepada Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, pada kegiatan Diseminasi Penyusunan Produk Intelijen Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Grand Aston Puncak Hotel & Resort, Cianjur, Rabu (23/9).

Sepanjang periode penilaian, Imigrasi Soekarno-Hatta mencatat 264 pemeriksaan dokumen keimigrasian dengan memanfaatkan Video Spectral Comparator (VSC), meliputi pemeriksaan paspor, cap, dan visa. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan sarana Laboratorium Forensik Dokumen Keimigrasian untuk mendukung tugas dan fungsi intelijen dalam pemeriksaan dokumen, dan penanganan perkara keimigrasian.

 

Direktur Intelijen Keimigrasian, Agus Waluyo, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap satuan kerja yang menunjukkan kinerja dalam pelaksanaan tugas intelijen, termasuk dalam pemanfaatan sarana laboratorium forensik dokumen. “Keberadaan alat forensik dokumen seperti Video Spectral Comparator memiliki peran penting dalam mendukung pemeriksaan keabsahan dan keaslian dokumen keimigrasian. Karena itu, pengelolaan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan pelaporannya harus dilakukan secara tertib dan optimal,” ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pemeriksaan dokumen dan pelaksanaan tugas intelijen keimigrasian. “Capaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat tugas dan fungsi intelijen keimigrasian dalam pemeriksaan dokumen serta penanganan perkara. Pemanfaatan teknologi dan sarana forensik akan terus kami optimalkan untuk mendukung pelaksanaan tugas keimigrasian di wilayah kerja Imigrasi Soekarno-Hatta,” ungkap Galih.

Pemanfaatan teknologi forensik menjadi bagian dari upaya Imigrasi Soekarno-Hatta dalam memperkuat pemeriksaan dokumen di tengah tingginya aktivitas perlintasan internasional. Pengelolaan sarana, peningkatan kompetensi petugas, serta tertib pelaporan terus dilakukan untuk mendukung pemeriksaan yang akurat sekaligus memperkuat pelaksanaan penegakan hukum keimigrasian.(BENN)