Jakarta, Pelita NEWS, MK Online Com —
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur, Saroha Manullang, bersama jajaran melaksanakan koordinasi dengan sejumlah unit di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rabu (9/9/2026).
Koordinasi tersebut dilakukan dengan Direktorat Kepatuhan Internal, Direktorat Kerja Sama Keimigrasian, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi. Kegiatan menjadi bagian dari upaya menyampaikan kondisi aktual di wilayah NTT sekaligus memperoleh arahan terkait penguatan pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian.
Dalam koordinasi dengan Direktorat Kerja Sama Keimigrasian, pembahasan diarahkan pada penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi terkait, perguruan tinggi, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan. Hal ini penting mengingat Nusa Tenggara Timur memiliki karakteristik wilayah perbatasan dengan Timor-Leste, wilayah kepulauan, jalur lintas tradisional, pelabuhan, bandar udara, serta kawasan pariwisata internasional seperti Labuan Bajo.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah peluang kerja sama dengan perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur yang memiliki program Vokasi Keimigrasian. Kerja sama tersebut dapat diarahkan pada penelitian, pertukaran pengetahuan, kegiatan akademik, hingga pengembangan kompetensi pegawai.
Karakteristik wilayah NTT juga dinilai dapat menjadi ruang pembelajaran langsung mengenai berbagai aspek keimigrasian, mulai dari pengawasan wilayah perbatasan dan orang asing, jalur lintas tradisional, wilayah pesisir dan kepulauan, hingga pelayanan pada pelabuhan dan bandar udara. Konsep tersebut dapat dikembangkan sebagai “Laboratorium Imigrasi”.
(BENN)










