Pelita NEWS, MK Online Com-Kabar wafatnya Wakil Presiden RI ke-6, Jenderal (Purn) TNI Try Sutrisno, Senin, 2 Maret 2026 pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga angkatnya di Nagari Kacang, tepian Danau Singkarak, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Meski ibu angkatnya Siti Lamah dan ayah angkatnya Mara’un telah lama wafat, kenangan tentang sosok Try Sutrisno tetap hidup di hati keluarga besar mereka. Lima cucu keluarga itu Yanti Alimin, Yendra, Rita Zahara, Raimon, dan Hendra — masih mengingatnya sebagai bagian dari keluarga.
Yanti Alimin (66), ditemui di Dusun Tembok Nagari Kacang, Senin, 2 Maret 2026, mengatakan Try Sutrisno bukan sekadar tokoh nasional bagi mereka. Rumah ibu angkat Jenderal (Purn) Try Sutrisno di Dusun Tembok Nagari Kacang, Kec. x Koto Singkarak, Kab.Solok – Sumatera Barat berada disisi jalan trans Sumatera Solok – Bukuttinggi

“Kami merasa beliau adalah kakek sendiri. Pak Try itu anak angkat anduang dan angku kami. Beliau juga kakak angkat ibu saya, Anis,” ujar Yanti dengan mata berkaca-kaca.
Ia menuturkan, nama besar Try Sutrisno melekat dalam sejarah keluarga mereka. Bahkan, almarhum kakaknya, Linda Trysna, diberi nama langsung oleh Try Sutrisno.
Menurut cerita orang tua mereka, Try Sutrisno tinggal di rumah tersebut saat bertugas di Sumatera Barat pada masa pergolakan PRRI tahun 1957–1959. Saat itu, ia disebut tinggal sekamar bersama rekannya, Pierre Tendean, di ruang kecil terpisah dari rumah induk.
Rumah kayu yang pernah ditempatinya masih berdiri hingga kini, meski kondisinya mulai lapuk dimakan usia.
Doyan Limau Kacang dan Ikan Bilih
Dalam ingatan keluarga, Try Sutrisno dikenal sebagai sosok yang ramah, religius, tegas, dan mudah beradaptasi dengan masyarakat setempat. Ia disebut sangat menyukai limau Kacang yang manis serta ikan bilih, ikan kecil khas Danau Singkarak dalam bahas latin disebut Mystacoleucus padangensis.
“Beliau pernah datang lagi saat sudah menjadi Panglima ABRI dan juga ketika menjabat Wakil Presiden RI. Kami tetap disambangi,” kenang Yanti.
Jejak Nostalgia Sang Putra
Rumah penuh kenangan itu juga pernah dua kali dikunjungi putra Try Sutrisno, Kunto Arif Wibowo. Ia datang saat menjabat Danrem 032/Wirabraja pada 2019 dan kembali berkunjung ketika menjadi Pangdam Siliwangi pada Januari 2023.
Dalam kunjungan tersebut, Kunto bersama istrinya Indira Paramita menelusuri kebun limau dan kawasan sekitar dengan sepeda motor trail. Ia menyebut kedatangannya sebagai bentuk penghormatan terhadap pesan sang ayah.
“Saya ke sini karena ada pesan dari ayah saya untuk melihat kembali jejak sejarahnya. Ia sering bercerita tentang masyarakat Kacang dan ibu angkatnya,” ujar Kunto saat itu. Ia bahkan menyampaikan keinginannya untuk ikut mendorong pengembangan budidaya limau Kacang dan ikan bilih sebagai simbol hubungan emosional keluarga dengan Nagari Kacang. Kini, sosok Try Sutrisno telah tiada. Namun bagi keluarga angkatnya di tepian Danau Singkarak, kenangan itu tetap hidup di rumah tua berdinding kayu yang menjadi saksi perjalanan seorang prajurit muda yang kelak menjadi tokoh nasional. “Kami kehilangan. Selamat jalan Pak Try. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di surga-Nya,” ucap Yanti usai membacakan Surah Yasin di kediamannya.(Puadcan)










