Pelita NEWS, MK Online Com-Nalar publik mencium adanya kejanggalan yang sangat mendalam setelah Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang secara mendadak mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan strategis tersebut setelah hanya durasi 1,5 bulan resmi bekerja pada Rabu 22 Juli 2026.
Masyarakat menilai dalih gangguan kesehatan arteri jantung serta tekanan stres akibat ketakutan mengelola anggaran besar terkesan sebagai alibi yang dipaksakan demi menghindari potensi jeratan hukum di kemudian hari.
Spekulasi liar mengenai ketakutan terseret skandal korupsi kian menguat lantaran posisi tersebut sebelumnya ditempati oleh Dadan Hindayana yang kini telah resmi menyandang status sebagai tersangka dalam kasus suap program Makan Bergizi Gratis.
Keanehan dalam penegakan tata kelola ini semakin terpampang nyata sebab figur yang dikenal dekat dengan Presiden Prabowo Subianto itu justru tetap mempertahankan posisi empuknya sebagai Komisaris Independen di PT Pertamina.
Publik secara tajam mempertanyakan standar ganda kesehatan sang mantan jurnalis yang mengaku trauma akut memegang dokumen anggaran negara namun di sisi lain masih sanggup menjalankan fungsi pengawasan korporasi minyak milik BUMN sejak 12 Juni 2025.
Langkah evakuasi mandiri dengan rencana keberangkatan ke luar negeri pada hari ini mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan pencekalan ketat agar proses penyelidikan menyeluruh atas sisa anggaran lembaga tidak mengalami jalan buntu.(Benn)










